Header Ads


PCNU Kota Gorontalo Bakal Gelar Sensus Anggota NU


Nulondalo.Online, Kota Gorontalo - Pada bulan Juli 2019, PCNU Kota Gorontalo akan melakukan Sensus Anggota NU. Sensus tersebut akan dilaksanakan di 9 Kecamatan dan 50 kelurahan di Kota Gorontalo.

Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kota Gorontalo Irfan Gani, S.Ag menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat NU Kota Gorontalo akan melaksanakan sensus anggota NU.

"Sensus anggota NU akan dilaksanakan pada pertengahan Juli sampai dengan pertengahan bulan agustus 2019. Kami akan melibatkan MWC tingkat kecamatan, Lembaga dan Banom NU setingkat sebagai petugas sensus," kata Irfan, Kamis (4/7/2019).

Tak hanya itu, kata irfan, PCNU Kota Gorontalo akan membuka layanan pendaftaran anggota NU via Whatsapp dan Link pendaftaran segera dan akan dipublikasi.

"Bagi anggota NU yg sibuk dengan rutinitas pekerjaan, layanan ini akan memudahkan mereka. Kami menyediakan layanan pendaftaran melalui whatsapp dan link pendaftaran yang akan dibuat oleh tim sensus dan akan disebar melalui jejaring media sosial, " terang Ketua Alumni PMII Kota Gorontalo.

Selain mengetahui kondisi anggota NU, sensus ini sekaligus mendata pontensi ekonomi anggota NU sampai level ranting. "Anggota NU yang telah terdata dan telah memasukan datanya, akan dibuatkan Kartu Tanda Anggota (Kartanu)," tutup Irfan.

Lakpesdam Sukseskan Sensus NU

Secara terpisah, Wakil Ketua Lakpesdam PCNU Kota Gorontalo Abdul Kadir Lawero mengatakan, akan siap mensukseskan pendataan anggota NU yang direncanakan bulan juli ini.

Menurutnya, sensus NU yang dilaksankan PCNU tersebut secara real mengambarkan kantong-kantong NU dilevel kecamatan dan kelurahan di Kota Gorontalo

"Sejauh ini, kami belum dapat memetakan mana basis NU dan bukan. Maka sensus NU ini sangat peting untuk segera dilaksanakan," kata Kadir.

Kadir berharap, sebagai Jam'iyyah di level kecamatan, Majelis Wakil Cabang NU yang telah dibentuk, perlu didorang agar terus bergerak  melakukan penguatan Islam Ahlusunnah Waljama'ah an-nahdliyyah kepada Jama'ah NU dilevel ranting.

"Sejauh ini, kami amati, dilevel kecamatan dan kelurahan sudah banyak majelis-majelis kajian keagamaan yang bukan lagi berhaluan Aswaja," paparnya.

Setelah sensus NU dilaksanakan, Lakpesdam berencana akan menginisiasi Kader Penggerak Kecamatan (KPK) NU hingga level ranting guna membantu kerja-kerja NU. (Redaksi)

No comments

Powered by Blogger.