Header Ads


Polemik PMII Kota Gorontalo

Foto : Trio Andi Abdul Rachman 

Penulis Trio Andi Abdul Rachman, Sekretaris BPK. Ketua PK PMII STIA Bina Taruna Gorontalo Masa Khidmat 2017-2018

Banyak yang berasumsi bahwa kemenangan Sahabat Apriyanto Rajak pada Konferensi Cabang ke XX PMII Kota Gorontalo, tidak sesuai produk hukum PMII dan mekanisme persidangan. Mereka yang berasumsi seperti itu mengatakan :


Pertama, Sahabat Apriyanto tidak mendaftar ke BPK (Badan Pekerja Konfercab), kedua, Sahabat Apriyanto ikut PKL (Pelatihan Kader Lanjut) di luar Zona, ketiga, Sahabat Apriyanto tidak mendapat rekomendasi dari Komisariat asal, dan keempat, Sahabat Apriyanto adalah aktor dari PC PMII Metro Gorontalo yang sempat dideklarasikan, kemudian islah dan menyatu kembali dengan PC PMII Kota Gorontalo Masa Khidmat 2018-2019 sampai akhir zaman.


Penting untuk diketahui : Pertama, saat Sidang Pleno IV, kami membuka kembali Pendaftaran Bakal Calon Ketua dan menggugurkan salah satu Calon Ketua yang terbukti tidak memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam AD/ART PMII, yaitu standarisasi IPK. Kedua, PKL di luar Zona yang diikuti oleh Sahabat Apriyanto sesuai konteks, karena saat itu tidak ada cabang/koordinator sesuai zona yang menyelenggarakan PKL. Selain itu, pada Masa Khidmat 2017-2018 PC PMII Kota Gorontalo; ketuanya pun PKL di luar Zona dan pada masa itu, Sahabat Apriyanto menjabat sebagai Sekretarisnya.


Ketiga, Sahabat Apriyanto mendapatkan tiga (3) rekomendasi Komisariat Definitif dan dukungngan dari satu Komisariat Persiapan. Sebab dalam AD/ART dan PO PMII, tidak mewajibkan rekomendasi Komisariat asal. Untuk diketahui, pada Masa Khidmat 2018-2019, tidak satupun Komisariat dan Rayon yang mendapatkan SK dari Cabang. Jika mengacu pada SK lama atau pada masa khidmat 2017-2018, hanya tiga (3) Komisariat dan tiga rayon yang di-SK-kan, yaitu Komisariat Universitas Ichsan Gorontalo, STIA Bina Taruna Gorontalo, IAIN Gorontalo, serta tiga rayon di Komisariat IAIN Gorontalo. Keempat, Sahabat Apriyanto bukanlah aktor ataupun bagian dari PC PMII Metro Gorontalo, sebab sejak dideklarasikan cabang tersebut; Sahabat Apriyanto merupakan Sekretaris PC PMII Kota Gorontalo. Mereka yang berasumsi seperti itu, sesungguhnya otak merekalah yang Metro dan tak akan pernah ridho dengan keislahan PMII.


Teruntuk PB PMII, kami masih yakin tetap objektif dan selektif dalam menerima informasi serta memberikan keputusan terkait polemik konfercab PMII Kota Gorontalo. Sebab representatif PC PMII Kota Gorontalo yang saat ini di PB PMII, enggan dan tak akan mengakui kemenangan Sahabat Apriyanto Rajak yang sesuai dengan produk hukum PMII dan mekanisme persidangan serta secara demokratis merupakan representatif Anggota/Kader/Alumni PMII se-Kota Gorontalo.


Perlu diketahui lagi, representatif PC PMII Kota Gorontalo di PB PMII itu, tidak hadir pada konfercab ke-XX PMII Kota Gorontalo. Sahabat tersebut memilih mendahulukan urusan pribadinya ketimbang Konfercab, dan memerintahkan melanjutkan Sidang Pleno IV (sebenarnya sudah selesai) di sebuah Kos-kosan yang hanya dihadiri tiga orang ditambah satu orang tukang foto mereka.


Sedangkan lanjutan Sidang Pleno IV kami, itu dihadiri oleh saya sendiri sebagai Sekretaris BPK, Anggota BPK, dua Pimpinan Sidang, Ketua Panitia Konfercab, serta empat perwakilan Komisariat. Mereka hanya empat saja, yaitu Ketua Demisioner, satu Pimpinan Sidang, Ketua terpilih mereka dan satu lagi pemotret. 


#SalamPergerkan
#SavePMIIKotaGorontalo

No comments

Powered by Blogger.