Header Ads


Rumah Kerukunan Sulteng Akan Gelar Diskusi Menakar Politik Identitas


Mohammad Fhadel, ketua pelaksana kegiatan dialog Virtual. (Foto Istewah)



NUlondalo Online, Sulteng, Palu - Setiap menghadapi kontestasi untuk merebut jabatan-jabatan politik seringkali hubungan agama dan politik menjadi perdebatan klasik yang tak kunjung usai.

Alhasil, politik indentitas menjadi dagangan bagi setiap calon dalam memperebutkan suara dari masyarakat, padahal itu bisa membuat politik tidak menjadi sehat.

Melihat persoalan itu, Rumah Kerukunan Sulawesi Tengah akan menggelar dialog virtual via google meet dengan tema "bahaya politisasi agama dan penyebaran hoax di kalangan masyarakat kabupaten Sigi" yang akan dilaksanakan pada kamis, 24 September 2020, Pukul 20.00 Wita mendatang.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan empat narasumber yaitu, Kepala Dinas komunikasi dan informatika Sulawesi tengah, polres kabupaten Sigi, forum kerukunan umat beragama kabupaten Sigi,  kesatuan bangsa dan politik kabupaten Sigi.

Ketua pelaksana, Mohammad Fhadel beranggapan bahwa hubungan agama dan politik masih menjadi perdebatan klasik yang tak kunjung usai.

"Banyak fakta yang ditemukan setiap saat menghadapi kontestasi dosis agama selalu menjadi alat untuk merebut jabatan-jabatan politik", ujarnya.

Dikatakan Fhadel, meskipun banyak tokoh agama yang membantah adanya politisi agama tapi fakta di lapangan sangat jelas menunjukkan adanya gerakan politisi agama. Sehingga  akan menjadi potensial pemecah belah umat yang secara faktual tidak terkonsentrasi pada pasangan calon.

Selain itu, informasi tidak falid selalu menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat  yang minimnya pengetahuan dan sumber kurang cukup sehingga masyarakat sulit untuk membedakan informasi atau berita yang diperoleh benar atau salah.

"Apalagi di zaman modern dan globalisasi saat ini penyebaran berita hoax semakin masif terjadi sehingga ketidakpastian informasi akan menyebabkan keresahan masyarakat", katanya.

"Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah mana informasi yang benar dan informasi yang hoax agar terciptanya keutuhan republik," tandasnya. (Redaksi)


No comments

Powered by Blogger.