Demi Persatuan di Bumi Serambi Madinah, GP Ansor Menolak Ceramah Provokatif - Nulondalo Online : Kabar Nahdliyyin Gorontalo

Top Ads


 

More News

logoblog

Demi Persatuan di Bumi Serambi Madinah, GP Ansor Menolak Ceramah Provokatif

Tuesday, November 24, 2020
Ketua GP Ansor Kota Gorontalo, Niki Iriandi Ilanunu didampingi Ketua Rijalul Ansor,
 Ustadz Imran Tahir,  Kantor GP Ansor Kota Gorontalo


NUlondalo.Online, Kota Gorontalo
- Konten ceramah cenderung provokatif  di sosial media, yang seringkali berisi ujaran kebencian dewasa ini menjadi kegelisahan berbagai kalangan. Pasalnya, ceramah yang dilakukan melalui online maupun offline dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan dikalangan umat.

Terkait hal itu,  GP Ansor Kota Gorontalo menolak keras ceramah yang cenderung provokatif, baik dilakukan secara online maupun offline. Oleh karena itu, GP Ansor mengingatkan kepada pihak-pihak yang turut menyulut perpecahan di Gorontalo dapat dihentikan.

Ketua GP Ansor Kota Gorontalo Niki Ilanunu mengatakan, bahwa akhir-akhir ini bertebaran ceramah yang mengandung ujaran kebencian yang sangat provokatif, baik yang berada di media sosial maupun ceramah-ceramah yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat, ini sangat mengganggu kerukunan dan keharmonisan kita semua.

"Olehnya, kami mengecam dan menolak keras ceramah-ceramah agama yang di dalamnya terdapat ujaran-ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan, kami pun menolak penceramah-penceramah seperti ini datang ke bumi Gorontalo," ungkapnya  Niki, saat dihubungi kontributor NUlondalo Online

Menurutnya Niki, Gorontalo adalah salah satu daerah yang sangat menjunjung tinggi norma-norma di masyarakat, pun budayanya yang mengajarkan kedamaian.

"Jangan sampai norma dan budaya yang suda menyejarah ini, tercoreng dengan adanya oknum-oknum penceramah yang menyerukan kebencian antar sesama umat beragama," tegasnya.

Sementra itu, Ketua Rijalul Ansor kota Gorontalo Ustadz Imran Tahir menerangkan, bahwa  tugas menjaga keutuhan NKRI bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan POLRI, namun juga tugas kita semua warga negara. Terkait ujaran kebencian yang dilakukan oleh penceramah-penceramah harus kita tolak karena memecah belah persatuan kita sesama anak bangsa.

"Mari sama-sama kita dukung penuh pemerintah dalam hal ini TNI dan POLRI dalam menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai ini, jangan biarkan kita diadu domba oleh oknum-oknum yang hanya ingin memecah belah persatuan kita," tutup Sahabat Imran.

Kontributor : Anton Hamid