Jaga Gorontalo dari Ceramah Provokatif, Begini Instruksi PW GP Ansor - Nulondalo Online : Kabar Nahdliyyin Gorontalo

Top Ads


 

More News

logoblog

Jaga Gorontalo dari Ceramah Provokatif, Begini Instruksi PW GP Ansor

Monday, November 30, 2020

 

Ketua PW GP Ansor Provinsi Gorontalo, Sahabat Risan Pakaya, S.H.i (FB Pribadi)


NUlondalo.Online, Gorontalo - Terkait maraknya ceramah agama bermuatan kebencian, baik di media sosial maupun ceramah yang hadir di lingkungan masyarakat akhir-akhir ini, mendapat respon dari PW GP Ansor Provinsi Gorontalo dengan menginstruksikan semua PC GP Ansor Kabupaten dan Kota untuk menjaga Masjid dari penceramah provokatif


Ketua GP Ansor Provinsi Gorontalo Risan Pakaya menerangkan, saat ini bangsa kita sedang mendapatkan masalah serius, hadirnya penceramah-penceramah provokatif, yang menyerukan kebencian terhadap pemerintah dan umat beragama. Jika dibiarkan akan menimbulkan kegaduhan, bahkan perpecahan sesama anak bangsa.


"Sebetulnya ceramah-ceramah yang mereka sampaikan jauh dari pesan Agama yang menyerukan sikap saling mengasihi sesama umat manusia. Islam itu adalah agama yang menjadi rahmat kepada semua makhluk di muka bumi. Tidak sepatutnya meraka mengatas namakan orang muslim tetapi mengeluarkan ucapan yang tidak bermoral," Kata Risan Pakaya saat di temui di kediamannya, minggu, (29/11/20).


Selain itu, Risan Pakaya juga menuturkan, kebijakan PW Ansor Provinsi Gorontalo adalah kontra narasi ceramah-ceramah yang provokatif agar tidak hadir dan masif di Gorontalo. GP Ansor telah mengeluarkan Intruksi ke tiap Pimpinan Cabang GP Ansor untuk mengawal mesjid-mesjid NU di Gorontalo agar tidak di masuki penceramah Provokatif.


"Kita harus sesegera mungkin melakukan usaha-usaha untuk meredam gerakan-gerakan yang memecah belah. GP Ansor juga harus terus mengkapanyekan islam yang ramah, islam yang sejuk, islam yang damai agar masyarakat tidak muda terprovokasi oleh kelompok islam garis keras" ucapnya.


Ansor Gorontalo, lanjut Risan tengah mendorong agar Pemerintah Provinsi Gorontalo agar sedini mungkin membuat kebijakan untuk memproteksi penceramah-penceramah yang menyerukan kebencian.


"Agar tidak menjadi bomerang pada kehidupan beragama masyarakat di Provinsi Gorontalo yang selama hidup rukun dan damai," tutupnya.



Kontributor : Anton Hamid