Terkait Penangkapan Terduga Teroris, GP Ansor Angkat Bicara - Nulondalo Online : Kabar Nahdliyyin Gorontalo

Top Ads


 

More News

logoblog

Terkait Penangkapan Terduga Teroris, GP Ansor Angkat Bicara

Monday, November 30, 2020

 

GP Ansor Gorontalo usai Apel Kebangsaan di Desa Lamahu Kabupaten Gorontalo, Minggu 29/11/2020


Nulondalo.Online, Kabgor - Penangkapan tujuh terduga teroris pada Jumat, 27/11/20, di Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo menuai respon dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari pengurus wilayah (PW) Gerkan pemuda (GP) Ansor provinsi Gorontalo.


Risan Pakaya Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Provinsi Gorontalo menyampaikan, jika di telisik dari sisi historis Gorontalo dikenal dengan salah satu daerah kondusif, dengan kasus penangkapan terduga teroris di Kabupaten Pohuwato kemarin, menjadi pertanda bahwa Gorontalo sedang tidak baik-baik saja.


"Ini menjadi pukulan tersendiri bagi kita semua masyarakat Gorontalo sekaligus menjadi bahan evaluasi buat kita warga Gorontalo, bukan hanya dari pihak Pemerintah Daerah, tetapi semua pihak dan elemen masyarakat Gorontalo," katanya Risan usai kegiatan Apel kebangsaan virtual Minggu (29/11/20) di desa Lamahu kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo.


Menurutnya, langka preventive harus sedini mungkin di lakukakan kepada orang-orang baru datang ke Gerontalo, karena melihat catatan mereka yang di tangkap sebagai terduga terorisme itu semua bukan asli masyarakat Gorontalo, tetapi orang luar yang datang dan tinggal di Gorontalo.


"Langkah paling efektif di ambil adalah memberdayakan dan menghidupkan pos-pos kambilng di seluruh Desa/Kelurahan yang ada di Gorontalo agar setiap orang baru yang masuk ke desa harus melapor dulu, nah, ini menurut saya bisa menjadi masukan yang strategis kepada pemerintah daerah," ujar Risan yang juga Kepala Desa Lamahu Kabgor ini


Selain itu, ia juga menegaskan bahwa terjadinya kasus kasus seperti ini, tidak sepantasnya kita saling menyalahkan karna tugas menangkal gerakan-gerakan terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum tetapi menjadi tugas wajib semua element masyarakat Gorontalo.


"Sudah saatnya semua elemen dan stakeholder di Gorontalo saling bersinergi untuk menggawangi dan meredam gerakan-gerakan radikalisme yang burujung pada tindakan aksi-aksi terorisme," tutupnya.


Kontributor : Anton Hamid