-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

H. Syafrudin Baderung : Moderasi Beragama Modal Sosial Menangkal Radikalisme dan Terorisme

Tuesday, December 8, 2020 | December 08, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-08T10:28:35Z


Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, DR. H. Syafrudin Baderung (Foto : Anton)


NUlondalo.Online, Gorontalo - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Gorontalo H. Syafrudin Baderung, M.Pd pada kegiatan talk show “Sinergitas Pemerintah, Ormas Islam, Tokoh Agama dan Penyuluh agama Islam dalam menangkal isu radikalisme dan terorisme” menyampaikan moderasi beragama harus menjadi modal sosial dalam upaya menangkal isu radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat. 


Menurutnya, Kementerian Agama di bawah Pemerintahan kedua presiden Jokowi telah mengusulkan  program moderasi beragama yang  masuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).  Dimana hal tersebut sesuai dengan fungsi utama Kementerian Agama 


“Moderasi beragama penting untuk dikampanyekan dalam upaya menangkal isu ataupun Gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme, karena akar dari radikalisme dan terorisme adalah sikap hidup dan cara berfikir yang tidak moderat.” Katanya saat menjadi narasumber pada kegiatan talk show, Selasa (08/12/20) bertempat di Aula MTS Negeri 1 Kota Gorontalo.


Sinergitas antar semua elemen, lanjut H. Syafrudin, menjadi sangat penting dilakukan dalam upaya menangkal isu radikalisme dan terorisme. Karena tanpa kerja sama dari berbagai lapisan masyarakat, mustahil gerakan radikalisme dan terorisme dapat dihilangkan.


Kementerian agama memiliki peran membina umat beragama, mengupayakan agar masyarakat dapat berfikir moderat. Sebab, kata H Syafrudin, bahwa semua agama itu sebetulnya moderat, tetapi orang yang menjalankan agama itu pola fikirnya kadang tidak moderat.


”Nah cara berfikir tidak moderat ini dapat menimbulkan aksi radikalisme, teroris. Ketika cara berpikir orang tersebut sempit pemikiran bersamanya maka dia akan berpotensi berfikir radikal, sampai berujung pada aksi-aksi terorisme”ujarnya.


Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa Gorontalo menurut beberapa pakar, menjadi daerah yang nyaman disinggahi dan didiami oleh kelompok radikalisme dan terorisme, karena memang sifat masyarakat Gorontalo yang sangat terbuka menerima orang-orang pendatang.


”Ini menjadi salah satu keunggulan masyarakat kita namun disisi lain juga menjadi kelemahan kita, karena dengan sifat keterbukaan itu kita tidak dapat mendeteksi pendatang, salah satu contoh kasus penangkapan terduga terorisme di pohuwato beberapa minggu kemarin", paparnya


Oleh karena itu, lanjut H Syafrudin, pentingnya kerja sama dan sinergitas oleh semua pihak agar sedini mungkin dapat memberikan pemahaman -pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sikap moderat dalam beragama dan bermasyarakat.


 “Sinergitas bukan hanya di bangun antar lembaga-pemerintahan baik itu POLRI,TNI BNPT, dan penyuluh penyuluh agama, tetapi yang paling penting adalah membangun sinergi dengan organisasi masyarakat (Ormas)  karena masyarakat banyak terkonsentrasi atau berkumpul pada ormasnya masing- masing,” tutupnya


Pada kegiatan tersebut, turut menjadi pembicara Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo,  Prof. Dr. Hj. Ani Hasan, M.Pd dan Kasi Intel Korem 113 Nani Wartabone, Kol. Inf. Priyanto  


Kontributor : Anton Al Hamid

×
Berita Terbaru Update