-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PCNU Pohuwato dan PP Salafiyah Syafi'iyah Gelar Peringatan Harla NU Ke-95

Monday, February 1, 2021 | February 01, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-01T13:52:44Z

 

Foto Istimewah



NUlondalo.Online, Pohuwato - PP Salafiyah Syafi'iyah dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pohuwato memperingatkan Harlah NU Ke-95 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Kabupaten Pohuwato, Minggu (31/1/2020) malam. 


Dalam kegiatan tersebut, turut di hadiri oleh Anggota PCNU Kabupaten Pohuwato, GP Ansor, Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU), Ikatan Pelajaran Nahdatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajaran Perempuan Nahdatul Ulama (IPPNU), Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 


Turut hadir juga Kapolres Pohuwato, Kabak Hukum mewaikili Bupati, Kemenag Pohuwato, Dewan Guru dan Santri PP Salafiyah Syafiiyah, Warga Masyarakat Nahdiyin Lingkungan Ponpes Salafiyah Syafiiyah.


Harlah NU yang Ke-95, digelar secara virtual juga oleh PP Salafiyah Syafi'iyah dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pohuwato 


Ketua PCNU Kabupaten Pohuwato, H Daiman Ali mengatakan peringatan harlah NU tidak lain karena mensyukuri nikmat allah serta mengenang perjuangan pendahulu Ulama-ulama dan Kiain NU yang telah mendirikan organisasi ini. 


"Semoga di Harlah NU yang Ke-95 ini, kiai NU yang ada di Indonesia dan khusus yang ada di Pohuwato diberikan kesehatan oleh Allah SWT," kata H Daiman Ali saat memberikan sambutan. 


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Marsudi Syuhud mengatakan harlah NU tidak lain karena mensyukuri nikmat allah sesuai firmanya dan menceritakan ke anak cucu kita agar mereka tahu perjuangan pendahulu mereka dan dpt meneruskannya. 


KH. Marsudi Syuhud juga mengajak warga untuk aktif khidmah di NU, sesuai kemampuannya masing. Ia juga berharap terhadap pengurus NU tidak hanya masa jabatannya saja yang sudah 5 tahun, tapi harus ada yang diperbuat selama menjabat.


"Harus ada peninggalannya. Seperti membuat sekolah, madrasah atau universitas. Agar bisa terbukti apa yang sudah dibuat," Kata KH. Marsudi Syuhud saat memberikan sambutan melalui Virtual. 


KH. Marsudi Syuhud berpesan bahwa jihad itu harus sesuai dzuruf (kondisi), makan (tempat), dan zaman (waktu).  


Dengan adanya pandemi, kita dituntut untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. Tapi, KH. Marsudi Syuhud yakin bahwa pesantren mampu menjalankannya, karena sudah terbiasa dan dilatih oleh kitab jurmiyah, yaitu harus seperti irob harus menyesuaikan amilnya. 


"selama pandemi sudah banyak ulama kita yang gugur, oleh sebab itu mari kita terapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan kita," ucapnya


Selain itu, Habib Salim Aljufri melalui virtual mengajak untuk mendoakan mengenang Almarhum KH. Abdul Ghofir Nawawi yang sudah banyak berjasa untuk NU dan PP Salafiyah Syafi'iyah. 


Habib Salim mengungkapkannya dirinya akan mengatur waktu untuk mengunjungi gorontalo dan Ponpes Salafiyah Syafi'iyah yang ada di Kabupaten Pohuwato. 


Dia menegaskan, di Harlah NU ke-95, negara NKRI sudah final. Slogan NKRI harga mati jangan dinyinyir dan dihina. Dirinya sangat miris ketika melihat hinaan itu datang dari warga NU sendiri.


"Menegaskan pentingnya tawasuth, tasamuh dan tawwzun. Berharap pengurus NU harus kompak, jangan saling kritik," tutupnya


Di akhir kegiatan, acar di tutup doa oleh KH. Abdul Ghofur Nawawi yang merupakan Dewan Syuroh PCNU dan Pengasuh PP Salafiya Syafi.***


Rilis


×
Berita Terbaru Update