Samsi Pomalingo: Lewat Anak Muda, NU Bisa Dikenal - Nulondalo Online : Kabar Nahdliyyin Gorontalo

Mobile Menu

Top Ads

 


More News

logoblog

Samsi Pomalingo: Lewat Anak Muda, NU Bisa Dikenal

Monday, February 1, 2021
Istimewa


NUlondalo.Online, Gorontalo Kota - Komisaris Utama NUlondalo Multimedia Grup (NUMG) Ustadz Samsi Pomalingo, MA turut mengapresiasi kontribusi anak-anak muda NU Gorontalo lewat media NU berbasis digital. 


Menurutnya, selama ini NU di Gorontalo belum bisa berbuat lebih demi pendidikan ummat ala NU, namun dengan kreatifitas anak muda, NU terlihat produktif


"Selaku komisaris utama bangga, alhamdullah NU di Provinsi Gorontalo lewat anak mudanya, di tengah pandemi covid-19 ini justru mampu membuka ruang produktif yang oleh orang lain barangkali tidak bisa dilakukan", katanya saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara rangkaian Harlah NU di Kantor NUMG, Ahad (31/01/2021)


"Saya bangga secara pribadi karena selama ini kita tidak punya apa-apa, tidak punya media, sehingga tidak bisa mengcounter wacana keislaman berseliweran di mana-mana yang itu justru merusak citra Islam itu sendiri", tambahnya.


Selaku Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabgor ini berharap, lewat media yang bernaung di NUMG, wacana Islam Wasatiyah dan Moderat terus di bumikan, agar pendidikan keummatan NU terus disajikan.


"Saya berharap lewat NUMG ini wacana Islam wasyatiyah dan moderat ini bisa terbangun lewat media NU. Kedepan, lewat NUMG ini kami akan mendorong pemdidikan ummat ala NU", papar Ketua PW IKA PMII Gorontalo ini.


Selaku akademisi, Ustadz Samsi menilai, NU Gorontalo semakin jauh dari warganya. Ada banyak warga NU bergabung dengan kelompok lain dan diambil oleh oleh kelompok yang berlawanan dengan NU


"Dimana saat ini kita jauh dari ummat, jangan heran umat kita (NU) menyebarang ke kelompok sebelah diambil oleh kelompok sebelah"


"Jika demikian, NU tidak boleh marah, karena selama NU tidak bisa apa-apa dan nyaris tidak bisa berbuat apa-apa. Yang terjadi konflik pergeseran pemikiran. Makanya jangan heran ada orang NU nyebarang ke Wahabi-Salafi, bahkan ke liberal dan sekuler"


Ia berharap, lewat NUMG ini, kenyataan seperti ini akan terjawab dan dapat solusinya. 


"Meski Kantor media ini ngontrak, alat seadanya, siar NU tersampaikan. Semoga kita dapat kantor permanen dan fasilitas media profesional", tutup alumni CRCS UGM Yogyakarta ini.


Kontributor : Anton Hamid