-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terkait Aksi Bom Bunuh diri di Makassar, Ini Harapan Kementrian Agama

Sunday, March 28, 2021 | March 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-28T17:54:27Z
foto  nulondalo.online (istimewa)


NUlondalo. Online, Kota Gorontalo - Menteri Agama H Yaqut Cholil Qaumas berharap kepada pemuka agama manapun untuk kembali menekankan kepada umatnya bahwa apapun agamanya tidak membenarkan melakukan kekerasan, termasuk teror atas alasan apapun.


“Agama selalu mengajarkan kita tentang kasih sayang, mengajarkan kita semua kedamaian dan mengajarkan kita saling mencintai sesama manusia”, kata Menag, Minggu (28/03/2021)


Menag menilai aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral di Makassar adalah upaya untuk menciptakan ketakutan agar kita bisa tertib sosial. Jika itu terjadi, lanjut Menag,  maka mereka lebih mudah membuat aksi lebih besar


“Saya berharap pihak keamanan Polri untuk dapat megusut cepat dan tuntas kasus di Katedral di Makassar. Agar tidak ada lagi orang-orang seperti itu bisa melakukan kebiadaban kembali”, katanya


Senada dengan Menag, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Gorontalo Dr. Hj Misnawati S. Nuna, S.Ag. MH menyampaikan bahwa dirinya menyangkan aksi bom bunuh diri tersebut. Apalagi kata Misnawati, pelakunya orang beragama.


“Saya mengutuk aksi kekerasan ini. Sesungguhnya tidak ada satu agama di dunia yang mengajarkan untuk bunuh diri," tegas Misnawaty saat diwawancarai melalui via telepon, Minggu (28/03/2021).


Menurutnya, meskipun kejadian bom bunuh diri tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap saja peristiwa itu telah menambah catatan hitam dalam kehidupan toleransi di Indonesia.


"Saya pikir bahwa perbuatan tersebut bisa saja dimaksudkan untuk mengadu domba dan juga memunculkan rasa takut kepada masyarakat. Teror yang dilakukan mudah-mudahan tidak akan terulang kembali," ujarnya.

 

Lebih lanjut, kepada seluruh masyarakat ia berpesan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, toleransi antara umat beragama.

 

"Jangan terpengaruh dengan apa yang terjadi, tetaplah menjaga persatuan dan kesatuan, tetap menjalankan aktivitas sebagaimana biasa, dan juga tetap melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing-masing, baik itu di Masjid, Gereja, Pura, Klenteng dan dimanapun,"  imbuh Misnawaty.

 

Selain itu, untuk menghindari tindakan teror seperti ini terulang, Misnawaty mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bisa sama-sama mengkampanyekan moderasi beragama.

 

"Moderasi beragama yang dikampanyekan Kementerian Agama Republik Indonesia benar-benar harus lebih masif lagi disosialisasikan kepada masyarakat sehingga hal-hal seperti ini tidak akan terulang kembali di tengah-tengah masyarakat," tutupnya.


Kontributor : Rifaldi Happy

Editor : Rifaldi Happy

 

 

 

 

 

×
Berita Terbaru Update