Berebut Wacana di Wonocatur, Romo Samsi Paparkan Polemik Islam di Gorontalo - Nulondalo Online : Kabar Nahdliyyin Gorontalo

Top Ads


 

More News

logoblog

Berebut Wacana di Wonocatur, Romo Samsi Paparkan Polemik Islam di Gorontalo

Thursday, April 8, 2021



NUlondalo.Online, Yogyakarta - Diskusi rutin mingguan yang diselenggarakan mahasiswa Gorontalo di Asrama Wonocatur, Yogyakarta menghadirkan pemikir progresif keberagaman Gorontalo Romo Samsi Pomalingo, Rabu (07/04/2021)


"Diskusi bertajuk “Berebut Wacana: Polemik Pemilikiran Islam di Gorontalo” ini bertujuan memeriksa kembali sudah sejauh mana peran pemikir tokoh agama lokal dalam merebut wacana kritis yang berbasis akademik di Gorontalo", tulis Faisal kepada redaksi 


Dalam diskusi ini dihadiri 15 orang mahasiswa asal Gorontalo yang punya latar belakang keilmuan berbeda. Meski demikian, diskusi mampu menyatukan niat kolektif mereka


Dalam pemaparannya, Romo Samsi menyampaikan bahwa para pemikir agama  secara terbuka menerima pendapat serta pikiran, yang berbasis akademik nyaris tidak ada. 


Hal itu kata Komisaris Utama NUlondalo Multimedia ini dilihat ketika gerakan para tokoh agama secara sendirinya terjebak pada sektarianisme. Baik NU dan Muhammadiyah pada dasarnya telah lalai berpihak dalam menjawab kebutuhan masyarakat di level lokal.


"Mereka pada dasarnya cenderung lebih tertarik pada politik pragtis, sementara disisi lain, basis pendidikan tinggi yang membawa slogan Islam, justru tidak mampu mengimbangi wacana kritis, cenderung tertutup dan ekslusif", katanya


Lebih lanjut, Romo Samsi juga menyampaikan, bahwa stok pemikir agama di Gorontalo yang benar-benar memberikan kebebasan berpikir kepada mahasiswa semakin ke sini, justru semakin berkurang. 


Bagi Romo, apa yang menjadi alasan kaum urban salaf begitu lebih tertata dan mulai gemuk peminatnya, lantaran para tokoh agama pusing mengurusi hal politik, hingga lalai dalam membina, memberi nutrisi pengetahuan, dan menyodorkan studi krisis kepada masyarakat. 


"Pada akhirnya, ini adalah tugas kolektif yang harus kita selesaikan. Anda, jika balik Gorontalo, rubahlah paradigma yang tertutup itu", pesan Romo Samsi Pomalingo kepada peserta diskusi (rls)