-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

NUlondalo Multimedia Grup dan GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Tahlil dan Doa untuk Muasis NU

Saturday, April 24, 2021 | April 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-26T16:47:24Z

 

Potret Kegiatan Offline Harla Ansor serta Tahlil dan Doa Bersama Untuk para Tokoh NU yang di Laksanakan di Masjid Turabunnur kec. Sipatan Kota Gorontalo. Foto : Erik Baruadi 


NUlondalo.Online, Gorontalo - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo dan  NUlondalo Multimedia Group  (NUMG) Gorontalo menggelar tahlil dan doa bersama bagi para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) diantaranya Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy'ari, KH. Abdul Ghofur Nawawi dan KH. Ridwan Podungge atau Aba Idu, Sabtu (24/4). 


Kegiatan yang di lakukan secara Virtual tersebut, dirangkaikan dengan peringatan hari Lahir (Harla) Ansor yang ke-87 Tahun. 


Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Provinsi Gorontalo H. Zulkarnain Suleman mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan demi menghormati para leluhur, terutama para leluhur di Nahdlatul Ulama. 


Ia juga mengapresiasi, serta berharap kepada para kader Ansor dan Banser akan menjadi penerus NU kedepan. 


"Adanya pemuda yang begitu progresif dalam bergerak untuk memajukan organisasi ini menunjukan bahwa, masa depan NU akan terus bersinar di masa yang akan datang," ujarnya. 


Pada peringatan Harlah tersebut, kata dia juga dirangkaikan dengan doa, atas berpulangnya KH. Ghofur Nawawi. Di mana setahun sebelumnya, kakak daripada Kiai Ghofur yang merupakan Rois Suryah NU telah berpulang ke rahmatullah. Olehnya Nahdlatul Ulama Gorontalo telah kehilangan tokoh terbaik bangsa. 


"Dengan berpulang kerahmatullah kedua tokoh ini maka menjadi tantangan kita, generasi yang diharapkan memegang teguh ajaran Aswaja. Kitalah yang menjadi penerus para pendahulu," sebutnya. 


Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang besar. Dari hal itu ia berharap, antara satu dengan yang lain saling bergandengan, untuk menjadikan organisasi tersebut utuh dan satu. Tidak ada perpecahan, baik di masa kini dan yang akan datang. 


"Saya berharap sebagai Banom NU, senantiasa berada dalam satu naungan, satu komando dari kepengurusan NU," ucapnya melalui pertemuan virtual itu. 


Sementara itu, pada rangkaian doa Haul KH. Ridwan Podungge atau Aba Idu, Ustad Safrudin Mahmud menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan silaturahmi. Kegiatan itu dirangkaikan dengan Haul KH. Hasyim Asy'ari, Aba Idu dan KH. Ghofur Nawawi, di mana ketiganya merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam dakwah NU, wabil khusus dalam pencerahan keagamaan dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia, terkhususnya di Gorontalo. 


"Tentunya jasa-jasa mereka yang selalu akan kita ingat," tutur Ustadz Safrudin yang juga sebagai Pembina GP. Ansor kota Gorontalo.


Di dalam tradisi ke NU an, Menurutnya, ada yang dikenal dengan istilah Manakib. Dalam Al-Qur'an ada begitu banyak Manakib yakni, kisah para nabi yang diceritakan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Allah menceritakan kisah nabi Isa, nabi Ismail dan nabi Nuh. 


"Kesemuanya kisah itu dalam tradisi NU kita kenal dengan Manakib. Maka Manakib para ulama ini adalah tradisi quraniah," jelasnya. 


Selain kisah para nabi, sambungnya, di dalam Al-qur'an juga menceritakan kisah para ulama. Seperti pada kisah Ashabul Kahfi. 


"Dan ini diteruskan, di jaga oleh masyarakat NU yang diwariskan oleh para ulama NU terdahulu," imbuhnya. 


Tak lupa juga ia mengingatkan agar Banom-banom NU terus menyatukan barisan, karena sampai saat ini gerakan-gerakan mendirikan negara khilafah ala HTI masih terus bergerak. 


Kata dia, hal tersebut berulang kali disampaikan kepada pemerintah bahwa, jangan hanya organisasi HTI yang dibubarkan, tapi juga membekukan gerakan di bawah tanah yang terus mengkampanyekan khilafah ala HTI. 


"Mudah-mudahan kita para kader NU tidak lengah, tetap waspada, karena ini akan merusak agama dan juga kesatuan republik Indonesia," tutupnya.



Kontributor : Fadil Hadju

×
Berita Terbaru Update