-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Politisasi Masjid, NU Bone Bolango Gelar Safari Dakwah Ramah

Sunday, July 4, 2021 | July 04, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-25T19:33:18Z

 

Suasana Safari dakwah Ramah di mesjid Al muhajirin Desa Talumopatu  Kecamatan Tapa, Jumat (2/7/2021). Foto Istemawa 


NUlondalo.Online, Bone Bolango - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU ) Kabupaten Bone Bolango bekerjasama dengan Majelis Rasulullah Gorontalo  menggelar safari dakwah Ramah (sadar) perdana di masjid Al-Muhajirin Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa-Bone Bolango, Jumat (2/7/2021). 


Sesuai namanya, SADAR (Safari Dakwah Ramah) bertujuan mengajak sekaligus memberi pemahaman terkait pentingnya dakwah ramah yang jauh dari unsur caci maki dan politisasi masjid oleh pihak-pihak tertentu.  


Ketua PCNU Kabupaten Bone Bolango, Suleman Adadau, mengajak para pengurus masjid, khususnya yang berciri khas Aswaja An-Nahdliyah senantiasa mempertahankan amaliah dan tradisi  lokal, yakni yasinan, tahlilan, sholawat, maulidan dan lainnya di Kabupaten Bone Bolango 


Sementara dalam tausiah Pimpinan Majelis Rasulullah Gorontalo, yang juga dai Millenial, Habib Salim Aljufri mengatakan, jika tradisi keagamaan itu terawat, ia merupakan jembatan silaturahmi untuk memperkuat masyarakat serta  menghilangkan buruk sangka antar tetangga.


"Kita harus selalu berhusnudzon (berbaik sangka) kepada orang lain," paparnya


Menurut dai millenial Gorontalo ini, di era sekarang, ada banyak tantangan para generasi muda. Disatu sisi, katanya, generasi muda adalah generasi yang memiliki keunikan tersendiri, khususnya dalam menerima informasi. Hal ini berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Rentang usianya generasi muda kini di kisaran antara 15–34 tahun. 


Saat menginjak remaja, mereka sudah berjibaku dengan dunia teknologi yang canggih. Karakteristik generasi ini memang tidak bisa dipisahkan oleh media. Media sosial turut mempengaruhi sikap dan perilaku. 


"Media sosial pun rentan terhadap ajaran radikalisme, intoleransi, dan fanatisme," ucapnya 


Kenyataan hari ini, kata dia, telah menunjukkan, bahwa generasi muda sangat rentan terhadap pengaruh ajaran radikalisme dan intoleransi. Apalagi, kata Habib Salim, ada banyak kelompok agama yang berkarakter demikian. 


"Itu menandakan semakin tidak sedikit orang-orang yang mudah di kader dan direkrut menjadi bagian dari gerakan radikalisme", tandasnya


Lebih lanjut, ia mengatkan, bahwa radikalisme, ekstrimisme, serta ujaran kebencian bertentangan dengan nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan agama. Dalam konteks agama Islam, kata Habib Salim, keberagaman bukanlah menjadi dalih sebagai membuat konflik dan kekerasan. Akan tetapi, perbedaan harus disikapi secara bijaksana dan sebagai sarana untuk saling mengenal. 


Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Tapa – Bulango  yang juga Wakil Rois PCNU Bone Bolango, Ishak Husain menjelaskan, tujuan kegiatan Safari Dakwah ini untuk memberi kesadaran pentingnya mengajak umat dengan penuh kebijaksanaan. Kita tunjukkan bahwa agama Islam sebagai agama yang ramah dan penuh rahmat.  


"Sebenarnya agenda ini rutin di wilayah Tapa-Bulango. Namun karena pandemi , kami sedikit membatasi gerak sesuai anjuran pemerintah. Maka di kepengurusan PCNU masa khidmat 2021-2026,  kegiatan ini menjadi bagian dari program PCNU " kata Ishak yang  juga mantan Kepala KUA Tapa dan Kasie Bimas Islam Kemenag Bone Bolango. 


Kegiatan safari dakwah ini dihadiri Pengurus PCNU Bone Bolango dan Majelis Rasulullah, Ketua Umum Badan Ta’mirul Masjid Al-Muhajirin Desa Talumopatu dan Tokoh masyarakat setempat. Nampak pada kegiatan itu, peserta di dominasi dari kalangan muda.  

Kontributor : Fadil Hadju 

Editor : Djemi Radji


×
Berita Terbaru Update