-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Milad MUI 46: Menjadi Pemberi Arah, Bukan Pelaksana Kebijakan Pemerintah

Wednesday, July 28, 2021 | July 28, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-07-28T16:39:21Z


Milad MUI ke 46 Tahun ( Foto Istimewah)


NUlondalo.Online, Jabar- Memasuki usia 46 tahun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan menjadi wadah pemberi arah pemerintah dalam merumuskan aturan khususnya bagi kehidupan keagamaan. Bukan sebaliknya menjadi pelaksana aturan dan kebijakan pemerintah. 


Di usia yang akan memasuki setengah abad itu, MUI pun diminta memposisikan diri sebagai desainer yang memberi arah bagaimana pemerintah membuat aturan dan keputusan khususnya terkait dengan bidang kehidupan keagamaan.  


"MUI jangan menjadi 'tailor' atau tukang jahit. Sebagai desainer, MUI perlu berdialog dan mendialogkan tentang apa yang terjadi di kalangan umat pengikut ormas keagamaan dalam kerangka peningkatan peradaban," kata Prof Mudjahirin Tohir dalam upacara tasyakuran Milad (Ulang Tahun) Ke-46 MUI di Hotel Pandanaran Kota Semarang, Selasa (27/7) dikutip nu online


Menurutnya, MUI diharapkan dapat menjadi acuan panutan umat dalam peradaban keagamaan. Karena itu MUI harus mengambil peran utama sebagai mitra sekaligus konsultan pemerintah dan ormas keagamaan dalam mengembangkan peradaban Islam pada masyarakat Indonesia yang plural.


Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang Samidi Khalim mengatakan, fatwa dan taushiyah MUI lebih banyak ditaati oleh umat Islam perkotaan, sedangkan di pedesaan mengabaikannya


"Itu salah satu temuan penelitian kami terkait tentang layanan keagamaan pada masa pandemi Covid-19," tuturnya


Sementara itu, Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji mengatakan, MUI sudah berusaha hadir di tengah umat ketika menghadapi persoalan keagamaan dengan tiga peran sekaligus yaitu sebagai himayatul ummah (pelindung umat), khadimul ummah (pelayan umat), dan shadiqul hukumat (mitra pemerintah). 


"Dalam pandemi Covid-19, fatwa MUI ditunggu umat. Di lain pihak juga sering dikritik, semua kritik kami terima dengan baik untuk perbaikan ke depan," pungkasnya.  


×
Berita Terbaru Update