-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ansor Jatim: Kita Butuh Penguatan Literasi Digital Dalam Mewarnai Kehidupan

Tuesday, August 24, 2021 | August 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-08-24T08:22:24Z

Ketua GP Ansor Jawa Timur, Gus Syafiq Syauqi


NUlondalo.Online, Jatim - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Gus Syafiq Syauqi menilai moderasi Islam sudah selesai di NU dan layak untuk di eksplor ke luar negeri.


“Ini kita tidak harus menjadi objek mengikuti trend terus tapi kita juga punya kesempatan unntuk mengeksplor budaya, ideologi, paham keagamaan kita yang terbukti memiliki sanad,” jelas Gus Syafiq, Senin (23/8/21) dikutip dari dakwahnu.id.


Indonesia yang ratusan suku, bisa baik-baik saja sebab para leluhur telah mengajarkan hal yang sangat berharga, yaitu sikap tasamuh. Beliau mencontohkan, sikap Gus Dur yang pernah mengatakan bahwa kekuasaan tidak perlu dibela mati-matian.


“Ini tentu nilai budaya yang sangat tinggi yang diwariskan turun temurun yang tidak dimiliki negara lain,” jelasnya.


Tetapi sekali lagi, lanjut Gus Syafiq, budaya Indonesia belum siap untuk diekslor ke luar sebab belum memiliki tradisi tulis-menulis dengan bahasa internasional.


“Belum memiliki tradisi tulis-menulis berbahasa internasional yang bisa menjelaskan pemikiran ulama-ulama Indonesia, sehingga bisa diterima masyarakat luas dunia,” ujarnya.


Selanjutnya, dalam acara Halaqah Internasional virtual tersebut, Gus Syafiq juga menjelaskan jika GP Ansor pada khususnya, dan Nahdliyin pada umumnya membutuhkan penguatan kemampuan literasi digital.


Sebab jika Nahdliyin tidak bisa mewarnai media sosial, maka akan ada kelompok lain yang mendominasi dan mewarnai dengan berbagai ideologi masyarakat.


“Kita membutuhkan penguatan literasi digital dan ini insyaallah yang akan segera direspon GP Ansor ke depan dengan melaksanakan madrasah digital. Ini yang akan menjadi garapan GP Ansor Jatim baik majelis dzikir maupun Banser dan tingkatan PW PC sampai ranting ini akan kita masifkan untuk meningkatkan kapasitas literasi digital dengan memahami kemampuan menyebarkan informasi di media sosial ini akan kita bisa mewarnai budaya umat,” pungkasnya. (fbr)


×
Berita Terbaru Update