-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rois Syuriah PCNU Bone Bolango : Lailatul Ijtima Momentum Merawat Amaliah NU

Monday, September 20, 2021 | September 20, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-09-20T11:32:36Z

 

Suasana Lailatul Ijtima bertempat di Graha Muslimat NU Bone Bolango. (Foto : F. Hadju) 


NUlondalo.Online, Bone Bolango - KH. Helmi Podungge Selaku Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bone Bolango Pada kegiatan Lailatul Ijtima yang di selenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bone Bolango Menyanpaikan Lailatul Ijtima adalah Sarana merawat dan mempertahankan Amalia NU. 



Pada giat tersebut turut dihadiri oleh Tanfidziah PWNU Gorontalo, Rois Syuriah PWNU Gorontalo, PW Muslimat NU Gorontalo, Tandziah PCNU Bone Bolango, Rois Syuriah PCNU Bone Bolango, dan Badan Otonom NU Bone Bolango. 



Rois Syuriah PCNU Bone Bolango, KH. Helmi Podungge mengatakan, kegiatan Lailatul Ijtima merupakan kegiatan yang sangat dibutuhkan untuk mempertahankan amaliyah NU. 


"Walaupun hanya dilakukan sebulan sekali, tapi Insya Allah ini akan terus berkelanjutan," kata Kiai Memi Sapaan akrab beliau , Sabtu (18/09/21) di Graha Muslimat NU Bone Bolango.


"Karena di saat sekarang ini banyak orang-orang yang tidak lagi melakukan amaliyah NU. Padahal amaliyah NU itu ada landasan hukumnya," imbuhnya.


Sementara itu, Ketua PWNU Gorontalo, Zulkarnain Suleman mengatakan, Lailatul Ijtima merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan oleh PWMU Gorontalo. Pelaksanaannya diserahkan kepada jemaah nahdliyin yang ingin melaksanakannya. 


Zulkarnain menambahkan, pelaksanaan Lailatul Ijtima pertama dilaksanakan di kediamannya, kemudian di kediaman Kakanwil Agama Gorontalo, kemudian ketiga di Kota Gorontalo, dan pada kali ini yang ke empat dilaksanakan di Bone Bolango. 


"Di mana pun tempatnya kami akan layani. Dan PWNU akan menghadirkan para Kyai yang akan melakukan kajian keagamaan yang menjadi tajuk utama dari lailatul ijtima," ujar Zulkarnain. 


Ia berharap bahwa, pengurus NU di Gorontalo tetap menjaga kelangsungan Lailatul Ijtima. Karena menurutnya, kegiatan ini merupakan kegiatan yang membina umat. 


"Tanggung jawab dari pengurus NU untuk terus melanjutkan ini," ucapnya. 


Hal Senada Juga disampaiakan Wakil Ketua PWNU Gorontalo, Dr. Adnan. Ia mengatakan, Lailatul Ijtima merupakan tradisi ke NU an yang diisi dengan kegiatan kajian kitab kuning (turot). Dan kegiatan itu menjadi budaya di kalangan nahdliyin. 


Karena menurutnya khazanah keislaman yang tertuang dalam kitab kuning luar biasa kearifannya. 


"Olehnya, kalau kita belajar langsung dari al-quran dan hadist, tanpa memahami khazanah klasik kitab kuning, yang dikhawatirkan, kita akan tercerabut dari substansi islam itu sendiri," jelasnya. 


Sambungnya, ia merasa sangat senang karena banyak generasi milenial yang terlibat dalam kegiatan lailatul ijtima pada kali ini. 


"Sehingga kedepan NU bisa menjadi benteng mentalitas dan karakter pemuda kita," imbuhnya. 


Di tempat yang sama, Ketua PCNU Bone Bolango, Suleman Adadau mengucapkan rasa syukur atas terlaksananya Lailatul Ijtima di Kabupaten Bone Bolango, serta dihadiri oleh Badan Otonom. 


"Pelaksanaan lailatul ijtima ini, dilaksanakan berdasarkan rekomendasi pelaksanakan madrasah kader NU angkatan 302, yang dilaksanakan oleh PWNU, Muslimat NU dan UNU Gorontalo kemarin," terang dia. 


Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan lailatul ijtima, kata dia, PCNU Bone Bolango telah memprogramkan kajian kitab oleh Rois PCNU Bone Bolango, Kyai Helmi Podungge setiap sabtu ba'da ashar di graha muslimat NU. 


"Harapannya pada warga nahdliyin dengan kegiatan lailatul ijtima ini, akan menjadi suatu motivasi buat warga nahdliyin. Dan warga nahdliyin termotivasi agar lebih mengaktifkan diri dalam kegiata ke NU an," jelas dia. 


Ia juga menjelaskan bahwa, Lailatul Ijtima merupakan tradisi warga nahdliyin. Yakni, berkumpulnya warga nahdliyin untuk melakukan silaturahmi, dan melakukan amaliah di lingkungan NU. 


"Seperti tadi itu ada shalat gaib, shalawatan, kajian kitab, dan tahlilan," kata dia. 


Sambungnya, kegiatan tersebut dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada kalender hijriah sebulan sekali di Gorontalo. 


"Lailatul ijtima itu, malam berkumpul warga nahdliyin untuk merajut silaturahmi, memperkuat eksistensi NU, dan melaksankan amalan ke NU an," imbuhnya. 


Kontributor Bone Bolango : Fadil Hadju

×
Berita Terbaru Update