Kemenag Kota Gorontalo Serahkan Izin Operasional Rumah Tahfizh untuk Yayasan Daarul Khairat

 

Foto Istemawa 


NUlondalo.Online, Kota Gorontalo – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Misnawaty S. Nuna menyerahkan, izin operasional kepada yayasan Daarul Khairaat sebagai Rumah Tahfizh dan Tilawah Daarul Khairat, bertempat Daarul Arqam Gorontalo, Minggu (05/12/2021).


Hal tersebut disampaikan Misnawaty, saat menghadiri Milad ke-1 Rumah Tahfizh dan Tilawah Daarul Khairat yang dirangkaikan dengan wisudah hafalan Al-quran (1,2,3,4,5,6, dan 7 juz).


“Kami pun akan menyerahkan sertifikat izin operasional dari yayasan Daarul Khairaat sebagai rumah Tahfizh yang insyallah dengan izin operasional ini, apa yang diharapkan oleh ketua yayasan bisa segera tercapai. Sebab dengan sertifikat ini maka akan ada ruang bagi pemerintah untuk menyerahkan bantuan-bantuan tambahan,” ujar Misnawaty.

 

Misnawaty menerangkan, sesungguhnya proses pembelajaran pendidikan Al-Quran sangat beragam dan memiliki jenjangnya masing-masing. Selain itu, kata ia, di dalamnya juga memiliki kurikulum yang berbeda-beda.


“Pendidikan Al-quran ada yang namanya, PAUD Al-quran, kemudian ada TK, ada yang namanya TPQ, dan rumah tahfizh Al-quran, kemudian pesantren hafizh Al-quran, yang tentunya dengan kurikulumnya bermacam-macam. Nah yayasan ini masuk dalam jenjang tahfizh Qur-an,” paparnya.


Lebih lanjut, menurut Misnawaty, yayasan Daarul Khairat juga perlu menambah kurikulum pembelajaran untuk memperkaya khazanah keislaman murid-murid seperti penggunaan lagu-lagu tilawah dalam hafalan, serta pengetahuan-pengetahuan keislaman lainnya.


“Kita berharap nanti di yayasan Daarul Khairat bisa pula memberikan kurikulum penunjang seperti aqidah, akhlak, sejarah islam, ada pembelajaran tajwid, bahasa arab, fiqih, praktek ibadah dan hadist serta lain sebagainya,” ucap Misnawaty.  


Selain itu, Misnawaty menyampaikan, untuk pembiyaan bisa didapati dari pelbagai sumber termasuk dari kementerian agama, apalagi yayasan tersebut sudah mengantongi izin operasional.


“Sumber pembiyaan bisa dari penyelenggaraan pembelajaran, masyarakat, juga bantuan-bantuan pemerintah, dan sumber-sumber lain. Insyallah setelah ada sertifikat izin operasional, kementerian agama juga bisa memberikan partisipasinya berupa bantuan-bantuan kepada yayasan,” imbuhnya.


Penulis : Moh. Rifaldy Happy 

Lebih baru Lebih lama