Redaksi : PBNU Menghidupkan Gus Dur, Bagaimana dengan PWNU dan PCNU di Gorontalo?


Salah satu agenda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diketuai KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum dan KH Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam adalah menghidupkan kembali pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau  Gus Dur. Menghidupkannya seperti apa dan bagaimana dengan NU di daerah?

PBNU baru saja dikukuhkan bermaksud menghidupkan kembali strategi dan gagasan Gus Dur saat memimpin jamiyyah terbesar ini. Misi tersebut tidak sekedar lahir begitu saja, akan tetapi ia menjadi suatu keharusan atas bacaan kuat. Maka visi menghidupkan kembali gagasan-gagasan Gus Dur pun wajib diamini dan diaplikasikan oleh pemimpin jam'iyah NU di level daerah.

Dari visi menghidupkan Gus Dur, Menurut Gus Yahya, Struktur NU di pelbagai level harus berfungsi dan dirasakan kehadirannya. Artinya, PWNU dan PCNU mampu memetakan kebutuhan dan keresahan jamaah di pelbagai level. Sebagaimana Gus Dur, yang hadir dalam setiap dimensi kehidupan warga NU. 

Pemikiran Gus Dur Masih Relevan

Pemikiran Gus Dur kata Gus Yahya, masih relevan dalam jangka waktu yang panjang. Dan pemikiran itu tergambarkan dengan nyata ketika visi dan idealisme Gus Dur saat memimpin PBNU, sangat nyata dirasakan warga tali jagat. Dengan demikian, PWNU dan PCNU harus seirama dalam menghidupkan kembali pemikiran dan strategi Gus Dur. 

Bahkan, visi ini oleh Gus Yahya dijabarkan dalam program-program strategis PBNU. Salah satu upaya PBNU, yakni agar struktur di level daerah berjalan seirama dengan mendistribusikan program-program nasional sampai tingkat ranting NU. PBNU dengan sangat rapi akan melibatkan PWNU dan PCNU dalam program yang tengah dijalankan oleh pengurus sentralnya itu.

Alasan PBNU dibawah kepemimpinan Gus Yahya itu jelas, bahwa kepengurusan itu harus dimulai dari PBNU hingga level ranting. Ketika program-program nasional ini dieksekusi, maka komunikasi PBNU sampai level ranting dapat berjalan. Sebab program-program yang nantinya di distribusi tidak hanya sekedar pemberdayaan struktur di level ranting semata, akan tetapi itu semua menjadi trigger untuk suatu proses konsolidasi yang lebih sistemik disemua jenjang kepengurusan NU.

Fakta NU di Gorontalo

Sebagai pemimpin NU di level wilayah dan cabang, sudah saatnya menyiapkan dirinya. Jenjang kepengurusan di pelbagai level sudah saatnya mengejawantahkan visi yang tengah diwacanakan Ketum PBNU. Mulai dari mengaktivasi lembaga-lembaga di pelbagai jenjang. Sebab, lembaga-lembaga yang akan diaktivasi di pelbagai jenjang-lah yang akan melaksanakan program-program strategis PBNU yang akan mengalir hingga level ranting, jika tidak diaktivasi, visi PBNU yang adiluhung tak bisa terlaksana. Mana mungkin pengurus tanfidziah yang selalu absen di setiap rapat dan seremonial-seremonial NU itu bisa melaksanakan?

Selain itu, PWNU dan PCNU di Gorontalo pun sudah saatnya menanggalkan ego sektoral. Saatnya duduk bersama menyatukan persepsi sambil  mengaktivasi perangkat-perangkat yang lain demi visi PBNU; Menghidupkan Gus Dur. Lantas dengan fakta-fakta ini, apakah NU Gorontalo bisa bersatu dan duduk bersama demi cita-cita bersama menghidupkan Gus Dur? Wallahu'alam

Redaksi


nulondalo online

Media yang dihidupi & dikembangkan oleh Jaringan Anak Muda NU Gorontalo

Lebih baru Lebih lama