Aset Disita, Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati di Bandung di Vonis Mati


Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati di vonis mati Pengadilan Tinggi Bandung, Senin 4 April 2020- Foto : PT. Bandung


NUlondalo. Online, Nasional - Herry Wirawan, pemerkosa 13 santriwati itu di vonis mati Pengadilan Tinggi di Bandung. Pelaku pemerkosa 13 santriwati itu mendapat vonis mati Pengadilan Tinggi Bandung pada Senin (4 April 2022).

Herry pada mulanya mendapat tuntutan dari Pengadilan Tinggi Bandung berupa hukuman mati dan kebiri kimia. Itu karena Herry dianggap dengan keji telah perkosa 13 santriwati di Bandung.

Dilansir dari laman resmi Pengadilan Tinggi Bandung, sidang dipimpin Ketua Majelis, Dr. H. Herri Swanstoro, S.H.,MH menganggap bahwa tidak ada yang bisa meringankan hukuman dari terdakwa, Herry Wirawan.

Adapun putusan yang memberatkan terdakwa Herry Wirawan yakni:

1.       Akibat perbuatan Herry Wirawan menimbulkan anak-anak dari para anak korban, dimana sejak lahir kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya, sebagaimana seharusnya anak-anak yang lahir pada umumnya, dan pada akhirnya perawatan anak-anak tersebut akan melibatkan banyak pihak.

2.       Akibat perbuatan Herry Wirawan menimbulkan trauma dan penderitaan pula terhadap korban dan orang tua korban.

3.       Akibat perbuatan terdakwa yang dilakukan di berbagai tempat dianggap menggunakan simbol agama diantaranya di Pondok Pesantren yang terdakwa pimpin, dapat mencemarkan lembaga pondok pesantren, merusak citra agama Islam karena menggunakan simbol-simbol agama Islam dan dapat menyebabkan kekhawatiran orang tua untuk mengirim anaknya belajar di Pondok Pesantren.

Maka dengan pertimbangan yang memberatkan itu, hakim memutuskan vonis mati terhadap Herry Wirawan.

Sementara itu aset yang dimiliki terdakwa Herry Wirawan pun disita. Berikut kutipannya:

“Merampas harta kekayaan/aset terdakwa HERRY WIRAWAN alias HERI bin DEDE berupa tanah dan bangunan serta hak-hak terdakwa dalam Yayasan Yatim Piatu Manarul Huda, Pondok Pesantren Tahfidz Madani, Boarding School Yayasan Manarul Huda, serta asset lainnya baik yang sudah disita maupun yang belum dilakukan penyitaan untuk selanjutnya dilakukan penjualan lelang dan hasilnya diserahkan kepada Pemerintah cq Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Barat untuk dipergunakan sebagai biaya pendidikan dan kelangsungan hidup para anak korban dan bayi-bayinya hingga mereka dewasa atau menikah,” tulis Pengadilan Tinggi Bandung

Itulah tadi vonis mati terhadap Herry Wirawan pemerkosa 13 santriwati di Bandung


Lebih baru Lebih lama