Dari Deklarasi NU Gorontalo 1950 dan Pesan Bapu Paci Nurjanah Untuk Pengurus NU

KH. Yahya Podungge atau Bapu Paci Nurjanah lahir pada  Januari 1918 dan wafat pada September 1997. Ia adalah Tokoh Nahdlatul Ulama Gorontalo yang memilih aktif menggerakan kultur. Rumah kediaman Bapu Paci sendiri adalah lokasi deklarasi pertama Nahdlatul Ulama tahun 1950 di Gorontalo. 


KH Yahya Podungge atau Bapu Paci Nurjanah merupakan tokoh terkenal di kalangan para qadhi Gorontalo. Secara terminologi kata qadhi menjurus pada pemuka agama yang memberi pertimbangan hukum kepada pemerintah daerah dan memberi fatwa-fatwa keagamaan yang diajukan masyarakat (Asba dkk : 2014). Ia merupakan tokoh NU yang populer pada zamannya dan memilih menggerakan kultur. 

Bapu Paci merupakan sosok yang mempertahankan amaliyah-amaliyah ke NU-an. Bahkan di rumah beliau sendiri, di kelurahan Pulubala, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo sebagai pendeklarasian Jamiyyah Nahdlatul di Gorontalo. Hal ini dituturkan cucu Bapu Paci, Majid Podungge. 

Penuturan KH Helmi Podungge, para pendahulu NU seperti Bapu Paci, Kali Hunthu, Kali Hadija, KH Abas Rauf merupakan tokoh-tokoh pendiri yang mensosialisasikan NU dan dakwah Aswaja An-Nahdliyah ke masyarakat Gorontalo. Dan NU Kota Gorontalo dideklarasikan pada tahun 1950 an di rumah Bapu Paci Nurjanah. Dalam hal ini, penulis belum mengetahui dengan pasti waktu pendeklarasian NU Kota Gorontalo—baik melalui dokumentasi hitam di atas putih atau dokuemntasi lainnya.

Kyai Helmi Podungge menuturkan, alasan pendirian NU secara struktural di Kota Gorontalo adalah adanya perbedaan yang membuat tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU saling berselisih. Meski demikian, Bapu Paci Nurjana ialah tokoh yang tidak ingin bergabung langsung dalam struktural NU, namun secara kultural beliau orang yang sangat aktif berperan.  

Bapu Paci juga memiliki pesan-pesan terhadap pengurus NU. Diantaranya disebutkan yakni, kerjakan hal yang mesti dikerjakan. Karena menurut Bapu Paci, ulama terdahulu adalah orang NU. Dari penuturan Imam Bidi, orang-orang NU terdahulu seringkali berdiksusi, bertukar pendapat dengan orang-orang dari Muhammadiyah, sehingga pandangan secara objektif dapat terbentuk. 

Penulis : Fadhil Hadju

nulondalo online

Media yang dihidupi & dikembangkan oleh Jaringan Anak Muda NU Gorontalo

Lebih baru Lebih lama