Usai Gelar LKD Pertama, Fatayat NU Kabgor Inisiasi Pembentukan Pengurus Kecamatan

Peserta Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) PC Fatayat NU Kabupaten Gorontalo, Sabtu (2/7/2022) bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo.


NUlondalo.Online, Gorontalo - Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Gorontalo menggelar kaderisasi formal, yang diikuti puluhan peserta dari berbagai perwakilan kecamatan, Sabtu (2/7/2022).

Ketua Fatayat NU Kabgor, Sri Yusnita Yunus mengatakan, bahwa jenjang kaderisasi di organisasi yang ia pimpin itu adalah jenjang kaderisasi dasar yang wajib diikuti para calon pengurus Fatayat NU.

"Latihan Kader Dasar (LKD) ini adalah kaderisasi formal yang ada di tingkatkan Fatayat NU. Setelah LKD, ada jenjang kaderisasi lanjutan yaitu Latihan Kader Lanjut (LKL) yang di laksanakan oleh Pimpinan Wilayah dan Latihan Kader Nasional (LKN) itu di laksanakan di tingkatkan pusat", paparnya.

Lebih lanjut, kata Yusnita, LKD Fatayat NU ini adalah agenda pertama. Untuk agenda LKD berikutnya, kata Ia, akan dilaksanakan di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo. 

"LKD Fatayat NU Kabupaten Gorontalo yang dilaksanakan pertama kali di Kabupaten Gorontalo. Untuk LKD berikutnya akan di laksanakan di Kecamatan Boliyohuto grup", katanya.

Selain itu, Yusnita menambahkan, pihaknya akan melaksanakan pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gorontalo.  

"Harapannya Fatayat NU dapat di support pemerintah daerah. Dan untuk MoU ini, Insha Allah bukan hanya dengan dinas PP&Pa, tapi juga bisa bersinergi dengan dinas terkait lainnya", tutupnya.

Sebelumnya, ketua panitia pelaksana, Siti Khairunnisa dalam sambutannya menyampaikan, Fatayat NU merupakan salah satu badan otonom dari organisasi Nahdlatul Ulama yang berisikan para pemudi atau wanita muda Islam yang membawa visi bertaqwa kepada Allah Swt, berakhlaqul karimah, bermoral, tanggung jawab, berkeadilan gender, serta berguna bagi nusa dan bangsa. 

"Fatayat NU memiliki tanggungjawab yang besar untuk selalu memberikan tauladan, memberikan masukan atau wawasan, melakukan agenda-agenda pemberdayaan yang bersifat gradual dan memiliki komitmen dalam melakukan pembelaan dan memperjuangkan aspirasi rakyat dalam rangka transformasi social", kata Siti, melalui rilis resmi kepada redaksi. 

Lebih lanjut, kata Siti, peran Fatayat NU dalam pembangunan bangsa juga dinilai sangat besar dan tentu menjadi asset bangsa yang potensial dan contributor yang signifikan dalam pembangunan bangsa, baik sebagai agen of change maupun subyek pembangunan. 

"Maka dipandang perlu untuk menyelenggarakan Latihan Kader Dasar (LKD) bagi anggota Fatayat dan berupaya semaksimal mungkin untuk menjangkau semua kader yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo", tutupnya.

Agenda bertajuk “Reaktualisasi Kepemimpinan Perempuan dalam Bingkai Aswaja” itu bertujuan mempersiapkan calon-calon kader yang siap melanjutkan perjuangan para pendiri Fatayat NU.

Kaderisasi perempuan NU ini akan didorong untuk dapat memahami islam ahlusunnah waljamaah, termasuk menyediakan sarana untuk pemberdayaan potensi kader sekaligus sebagai pembinaan dan pengembangan aktif. Mencetak kader perempuan muda islam agar mampu bersaing menghadapi era digitalisasi dan revolusi industry 4.0

Hadir pada pembukaan agenda tersebut diantaranya, Wakil Bupati Kabupaten Gorontalo Hendra Hemeto, S.T,  Ketua PCNU Kabupaten Gorontalo terpilih, Dewan  Fatayat NU Siti Fatraw Sunge, S.H, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, PW Fatayat NU, Dewan Kehormatan Muslimat NU Ade Sera Rahim serta Badan Otonom NU di Kabupaten Gorontalo.

Lebih baru Lebih lama