Solidaritas Kemanusiaan, GUSDURian Peduli Buka Donasi Bantu Korban Kanjuruhan


 

NUlondalo.Online - Tragedi sepak bola yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, 2 Oktober 2022, telah merenggut korban meninggal dunia sedikitnya 180 orang.

Tak satu pun nyawa layak hilang untuk sebuah pertandingan sepak bola. Apa lagi 180. Sungguh sebuah tragedi pilu dan kelam

Ada 180 ayah dan ibu kehilangan anak di Kanjuruhan. Entah berapa puluh yatim, berapa puluh piatu, dan entah berapa puluh yatim piatu tersebab kejadian ini. Tragedi Kanjuruhan.

Mari kita ulurkan tangan. GUSDURIAN peduli mengajak anda berbagi kasih pada saudara-saudara kita, korban Tragedi Kanjuruhan.

Salurkan donasi anda melalui link di bawah ini : www.kitabisa.com/solidaritaskanjuruhan

Atau transfer langsung ke BCA Cabang Kaliurang 8610603999: an. Yayasan Jaringan Gusdurian Peduli

Sebagai informasi: Tambahkan kode 10 di akhir nominal. Contoh : Rp. 500.010,-

Hotline: 0822 9999 1117

Sebelumnya, melalui siaran pers Indonesia Police Watch (IPW), menyebutkan bahwa kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah Arema FC yang kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1, Sabtu (1 Oktober 2022), turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan. 

Bahkan, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan. 

Akibatnya, banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang. 

Lebih baru Lebih lama